Pengetahuan Survival - Raison D'être

Pengetahuan Survival

Holla sobat pendaki..
Sebelumnya gw sudah membahas terkait "STOP" ketika tersesat, ya bisa gw bilang itu merupakan sedikit pengetahuan umum ketika tersesat. Kalau tersesat sebentar, logistik masih ada dan bisa langsung balik ya Alhamdulillah, jadi gak perlu survival lama-lama di gunung. Kalau agak lama ditambah logistik sudah habis mau tidak mau kita juga harus belajar banyak untuk survival di gunung, walaupun kita tentunya juga tidak ingin terjadi hal seperti itu. Tapi tentunya kita perlu sedia payung sebelum hujan.

Pengetahuan survival yang gw berikan merupakan pengetahuan selama diklat yang pernah gw jalani dan juga dari tulisan para senior-senior dalam pendakian dan para survivor yang benar-benar pernah mengalaminya. Oke langsung saja sobat-sobat.

1. Mencari Makanan dan Air

Sebenarnya mencari makan di alam dapat dibilang gampang-gampang susah. Kenapa dibilang gampang, jelas namanya di hutan yang tumbuhan, hewan, air ada disana semua. Tapi kenapa dibiliang juga susah, tentunya sobat mesti memilah-milah tumbuhan mana yang bisa dimakan dan tidak, bagaimana bisa mendapatkan, bagaimana mendapatkan air bila jauh dari sumber air. Oleh karena itu kenapa bisa dibilang gampang-gampang susah.

a. Makanan

Sumber makanan bisa berasal dari hewan ataupun tumbuh-tumbuhan. Cara mendapatkan hewan pun biasanya dengan menggunakan trap (perangkap). Ada banyak macam trap dan juga tiap trap terkadang hanya diperuntukkan hewan-hewan tertentu saja (untuk cara-cara pembuatan trap bisa sobat googling atau lihat di youtube). Karena dalam hal survival, sobat dapat mencari hewan apa saja yang mungkin bisa sobat dapatkan bisa tikus, burung, ayam hutan, babi hutan, ikan ataupun hewan lainnya. Tapi kalau bisa hewan-hewan yang dilindungi jangan sobat tangkap, tapi kalau semisal kondisi memang benar-benar membutuhkan bisa sobat lakukan (Hanya benar-benar dalam survival!!).

Gw juga sebelumnya pernah baca-baca cerita seorang survivor, saat itu dia menemukan sarang burung yang ada anak-anak burungnya dan akan dia ambil. Tapi ketika belum sampai mengambilnya, datang induk dari burung-burung tersebut yang membawa makanan untuk anak-anaknya yang akhirnya survivor tersebut tidak jadi mengambilnya karena merasa tidak tega dan memutuskan mencari sumber makanan yang lain. Sobat bayangkan saja seorang survivor saja masih dapat merasa tidak tega padahal dia juga jelas-jelas butuh untuk hidup dirinya sendiri. Mungkin dari situ sobat juga bisa belajar, walaupun dalam kondisi survival, sobat juga tetap harus menjaga pikiran sobat agar tetap jernih dan tidak menjadi liar.

Kalau dari pengalaman gw sendiri ketika gw diklat, untuk sumber makanan dari hewan gw mencari yang namanya cacing sondari/sonari. Umumnya cacing tersebut banyak ditemukan di pohon.  Cacing sondari sendiri dapat berukuran sangat besar. Ketika itu yang gw dapat berukuran sekitar 30 centimeter dan juga gemuk. Itu juga pertama kali gw lihat cacing sebesar itu, walaupun sebenarnya masih ada yang lebih besar lagi.

Cacing Sondari

Untuk tumbuh-tumbuhan juga ada banyak, namun sobat juga harus waspada karena ada beberapa tumbuhan yang tidak dapat dimakan dan bahkan beracun. Kalau pengalaman gw ketika diklat, tumbuhan yang gw makan adalah daun pakis, bonggol pakis, pakis ekor monyet, palm, begonia, bonggol pisang. Masih banyak lagi tumbuhan yang dapat dimakan seperti jamur-jamuran atau buah-buahan, tapi yang jelas dari yang gw makan sudah pasti aman untuk dikonsumsi dan juga cukup banyak dijumpai ketika di gunung. Ada beberapa cara yang perlu diketahui sebelum mengkonsumsi tumbuhan :
  1. Pertama hindari tumbuhan yang berwarna mencolok.
  2. Coba tempelkan di kulit atau coba sedikit di lidah apakah terjadi iritasi atau tidak.
  3. Makanlah banyak jenis tumbuhan, jangan hanya satu tumbuhan guna untuk membantu menetralisir.
  4. Bila membuat mual, langsung hentikan.

b. Air

Sumber mata air di gunung biasanya dari aliran-aliran sungai, tapi kalau jauh dari sumber air atau bahkan tidak tahu sobat perlu mengetahui bagaimana teknik untuk mendapat air. Berikut beberapa cara mendapatkan air :

  1. Menadahi menggunakan wadah atau plastik ujung-ujung daun tempat air menetes. Memanfaatkan embun yangmengalir atau juga dari air hujan.
  2. Hampir sama seperti nomer 1, tapi disini sobat memanfaatkan air hasil respirasi dari tumbuhan. Sobat bisa membungkus daun-daun dengan plastik.
  3. Mencari tumbuhan tumbuhan kantung semar.
Selain itu ada tambahan satu lagi, tapi mungkin benar-benar sudah darurat sekali. Sobat mungkin bisa meminum air kencing sendiri. Itu pun kalau mau dan benar-benar merasa haus. Gw juga pernah baca-baca juga seorang survivor yang benar-benar saking hausnya terpaksa meminum air kencingnya sendiri.

2. Membuat Bivak

Bivak merupakan tempat berlindung darurat sementara (dalam hal ini bukan tenda dome). Mungkin kalau ada flysheet atau bahkan jas hujan ponco lebih mudah. Kalau menggunakan flysheet atau jas hujan ponco, sobat tinggal memberi tali pada ujung-ujungnya pada pohon atau membuat tiang dari kayu, dibentangkan miring untuk seperti atap rumah.

Kalau sobat tidak membawa barang tersebut, otomatis sobat perlu survival dengan membuat bivak alam (dengan memanfaatkan bahan-bahan alam). Berikut bahan-bahan yang perlu sobat cari untuk membuat bivak alam :

  • Carilah 4 batang kayu yang berfungsi untuk kerangka bivak. Untuk panjangnya dikira-kira saja, paling sekitar 1,5-2meter-an dan untuk ketebalan yang penting sekiranya sudah cukup kokoh. Kalau bisa cari 2 pohon yang jaraknya tidak berjauhan agar nantinya sobat juga tidak perlu mencari banyak kayu (ingat, bukan pohon berdiameter lebar).
  • Carilah tumbuhan merambat atau sulur seperti halnya anggur atau bisa juga batang pisang (gedebog pisang) diiris tipis seperti tali. Carilah agak banyak karena nantinya berfungsi pengikat antar rangka, kalau tidak kuat bisa-bisa ambruk.
  • Carilah kayu yang berdiameter agak kecil dari bahan kerangka berfungsi untuk kerangka atap. Kayu agak kecil agar tidak memberatkan tiang kerangka.
  • Carilah daun-daunan yang bercabang dan daun yang lebar, fungsinya untuk atap. Daun yang bercabang seperti halnya pakis atau palem dan daun lebar seperti halnya daun talas atau pisang. semisal tidak ada daun lebar, gunakan daun apa saja dan lebih banyak agar atap bisa rapat dan tidak mudah tertembus air.


Kerangka Bivak

Untuk langkah pembuatannya gw simpelkan saja, supaya sobat lebih gampang memahaminya. Buatlah kerangka seperti bentuk gawang sepak bola. Dengan posisi 2 kayu berdiri vertikal sebagai tiang dengan 2 kayu miring dibelakang untuk menahannya dan satu kayu yang agak kecil diletakkan horisontal pada tiang sebagai kerangka atap. Kemudian susunlah kayu yang agak kecil lainnya sejajar dengan kayu penahan (pastikan tiap persilangan ujung kayu sobat ikat yang kuat dengan sulur). Pasang juga kayu yang agak kecil menyilang sejajar (seperti kerangka atap) dan juga ikat yang kuat dengan sulur di setiap persilangan. Terakhir susunlah daun untuk atap dengan rapi dan rapat agar tidak mudah tertembus air hujan (kalau ada daun-daun lebar, susunlah paling luar).

3. Membuat Api

Sobat juga perlu mengetahui cara-cara pembuatan api. Fungsi api juga penting seperti menghangatkan tubuh, melindungi dari hewan buas, dan juga untuk memasak. Banyak bahan dan cara untuk membuat api. Seperti menggunakan batu yang digesek-gesekkan atau kayu yang dipelintir-pelintir yang sudah ada sejak zaman dahulu digunakan sebagai pemantik untuk menghasilkan percikan api. Untuk sekarang yang modern disebut fire starter yang dapat sobat beli di toko-toko outdoor. Berikut bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan api :
  • Fire starter (pemantik) atau korek api
  • Daun atau ranting kecil kering (sebagai penyulut api)
  • Kayu (berurutan dari agak kecil hingga besar)
Langkah pembuatan api dapat dikatakan gampang-gampang susah terlebih lagi apabila kondisi kayu basah. Kalau saran dari gw, sobat menyiapkan beberapa lilin dan korek dalam survival kit sobat. Kenapa gw sarankan membawa lilin? Karena lilin nantinya juga membantu pembuatan agak lebih mudah, walaupun juga sebenarnya masih agak susah menurut gw. Itu juga tergantung skill masing-masing karena membuat api ketika dihutan juga perlu latihan. Berikut langkah pembuatan api :
  1. Gali tanah sedikit untuk tempat menaruh lilin atau bisa diberikan 2 kayu dikanan-kiri lilin. Fungsinya untuk menaruh daun/ranting penyulut api.
  2. Susun tumpukan daun/ranting penyulut api diatas lilin yang telah menyala. Tumpukan jangan terlalu terlalu rapat, beri sedikit celah agar api nantinya dapat merambat naik.
  3. Apabila daun/ranting telah terbakar, tambahlah sedikit demi sedikit agar api tambah besar.
  4. Setelah itu mulai tambah secara bertahap kayu yang agak kecil hingga besar. Jangan lupa selalu tiup secara perlahan karena api memerlukan oksigen.
Mungkin cuma sedikit yang bisa gw sampaikan, mudah-mudahan bisa bermanfaat dan menambah ilmu buat sobat semua.

Salam lestari!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2012 Campuranz Blogger Templates